Harga AC Naik Rp200.000, Warga Jakarta Tetap Beli Karena Gerah

PeduliJakarta.com – Cuaca panas yang menyengat di Jakarta mulai memicu lonjakan permintaan air conditioner (AC). Meskipun harga mengalami kenaikan hingga Rp200.000 per unit, warga Jakarta tampak tidak terlalu peduli. Mereka tetap membeli AC demi mengusir rasa gerah akibat musim kemarau yang mulai melanda.

Berdasarkan pantauan di kawasan Glodok, Jakarta Barat pada Kamis (30/4/2026), sejumlah pedagang elektronik mengakui omzet penjualan AC meningkat signifikan. Salah satunya Caca, yang mengatakan bahwa sejak Jakarta jarang diguyur hujan, banyak pembeli mencari AC dengan fitur hemat energi. Tujuannya untuk mengurangi konsumsi listrik di tengah teriknya suhu.

“Sejak Jakarta sudah mulai sering panas, ya sudah jarang turun hujan lah, banyak yang cari AC hemat energi sih, walaupun harganya makin mahal,” ujar Caca saat ditemui, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga AC dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Contohnya, AC Sharp Low Wattage yang tadinya Rp2,9 juta kini menjadi Rp3,12 juta atau naik sekitar Rp200.000. Namun, kenaikan tersebut tidak menyurutkan minat pembeli. “Memang lagi mahal, ya naik lah harganya… Tapi tetap ada yang beli,” lanjutnya.

Caca mencatat peningkatan penjualan mencapai 20 persen sejak cuaca panas mendominasi Jakarta. “Ya kita sama-sama tahu lah ya, bagaimana panasnya Jakarta, kenaikan penjualan ya ada sekitar 20% lah ya,” terangnya.

Pedagang lain, Siti, juga mengamati tren yang sama. Banyak warga Jakarta mulai beralih dari kipas angin ke AC. “Iya, makin banyak yang cari AC, soalnya Jakarta lagi panas banget, ada hujan turun pun enggak ngaruh, tetap panas udaranya,” kata Siti. Ia menambahkan, beberapa pelanggan yang sebelumnya hanya mengandalkan kipas angin kini mulai mencari AC hemat daya karena tidak betah dengan suhu yang terik.

BACA JUGA:  Belajar Kelola Keuangan Bisnis Lewat Game Gang Dagang, PPKUKM Jaksel Sasar Pelaku UMKM di Bazar Dekranasda

Mengutip data situs resmi BMKG, suhu di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (30/4/2026) pukul 15.00 WIB tercatat 30 derajat Celcius, namun terasa seperti 36 derajat Celcius. Sementara di Mampang, Jakarta Selatan, suhu mencapai 29 derajat Celcius tetapi terasa seperti 34 derajat Celcius. Kondisi inilah yang membuat warga Jakarta rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan pendingin ruangan, meskipun harga melambung. (*)