Enam Puluh Menit Gelap Jakarta Tekan Jejak Karbon

PeduliJakarta.com – Selama enam puluh menit, langit Jakarta akan tampak berbeda. Sabtu (13/6) malam, mulai pukul 20.30 sampai 21.30 WIB, lampu di sejumlah ruas jalan protokol dan arteri ibu kota dimatikan. Monumen Nasional, Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga kawasan Balai Kota DKI Jakarta ikut gelap. Suasana itu menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut aksi ini bukan sekadar pemadaman lampu. Tujuannya mengajak warga membangun kebiasaan hemat energi sehari-hari. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan partisipasi kolektif masyarakat sangat penting untuk menekan emisi karbon.

“Perubahan kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar. Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi Jakarta yang lebih sehat dan nyaman untuk generasi mendatang,” ujar Dudi.

Aksi ini berlandaskan Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon. Sebelumnya, pemadaman serupa pada Sabtu (25/4) berhasil menghemat listrik hingga 96,91 MWh. Efisiensi biaya mencapai Rp140.226.312. Emisi karbon pun turun 77,53 ton CO2e.

Menurut Dudi, langkah sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tak terpakai akan memberi manfaat besar jika dilakukan konsisten dan kolektif. “Melalui aksi sederhana ini, kita bisa ikut menjaga kualitas lingkungan sekaligus menghemat energi. Jika menjadi kebiasaan bersama, dampaknya akan semakin besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)

BACA JUGA:  Sampah Jangan Hanya Ditumpuk di Bantargebang, Legislator Dorong Pengelolaan Berbasis Kecamatan dan Kelurahan