Meski Sudah Masuk Musim Kemarau, Hujan Masih Sering Turun di Jakarta

PeduliJakarta.com, JAKARTA – Beberapa hari terakhir, warga Jakarta masih merasakan guyuran hujan meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa sebagian wilayah ibu kota sudah memasuki musim kemarau. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, mengapa hujan masih turun?

Menurut BMKG, Jakarta bagian utara sudah mulai kemarau. Sementara wilayah tengah diprediksi akan mengalaminya pada dasarian II Mei, dan Jakarta selatan pada dasarian III Mei. Lantas, apa penyebab hujan masih terjadi di tengah musim kemarau?

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa hujan yang masih turun di Jabodetabek dipengaruhi oleh variasi intraseasonal, seperti gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO). “Hujan sesaat di jabodetabek karena variasi intraseasonal gelombang Ekuatorial Rossby dan MJO,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (6/5).

Dalam beberapa hari terakhir, pola hujan cenderung turun pada sore menjelang malam. Sementara pagi hingga siang hari cuaca terasa panas terik. BMKG mengungkapkan bahwa radiasi Matahari yang intens pada pagi hingga siang memicu proses konveksi tinggi, yang kemudian membentuk hujan lokal pada sore hingga malam hari.

Hujan yang terjadi biasanya tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat, dan berpotensi disertai kilat serta angin kencang. “Kombinasi radiasi Matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang cukup dapat menyebabkan suhu yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, diikuti dengan kondisi hujan yang signifikan pada sore hingga malam hari,” jelas BMKG.

Dengan demikian, masyarakat Jakarta diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang meski musim kemarau telah tiba. (*)

BACA JUGA:  Hujan Deras, 12 RT di Jaksel Terendam Banjir