Selamatkan Ekosistem Jakarta, 68 Ribu Ikan Sapu Sapu Ditangkap dalam Sehari

PeduliJakarta.com – Ekosistem perairan Jakarta terancam. Bukan oleh limbah pabrik atau sampah plastik. Kali ini musuhnya adalah ikan sapu sapu. Spesies invasif itu berkembang biak tanpa kendali. Ia merusak struktur sungai. Ia juga memusnahkan ikan endemik lokal.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tak menampik kesulitan mengendalikan ikan ini. “Ikan ini sangat sangat invasif. Ikan lain, terutama yang endemik lokal, hampir semuanya tidak bisa survive,” katanya kepada Metro Siang, Metro TV, Sabtu (18/4/2026).

Pemerintah provinsi tidak menggunakan bahan kimia. Risiko kerusakan lingkungan terlalu besar. Mereka memilih cara manual. Operasi penangkapan berkala. Hasilnya dalam sehari, 68.800 ekor ikan sapu sapu berhasil ditangkap. Berat totalnya 6,9 ton. Semua dimusnahkan. Yang menarik, 63.600 ekor di antaranya berasal dari Jakarta Selatan saja.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan betapa parah kondisi ini. Lebih dari 60 persen perairan dan saluran di Jakarta kini dikuasai ikan sapu sapu. Pramono menambahkan, “Dari hasil telaah dari KKP diperkirakan di atas 60 persen lebih ikan sapu sapu itu sekarang ada di Jakarta dan mungkin juga sudah di daerah daerah lain.”

Mengapa ikan ini berbahaya? Ia tidak punya predator alami. Ia berkembang biak terlalu cepat. Ia juga merusak struktur fisik sungai. Tanpa intervensi serius, keseimbangan ekosistem perairan lokal akan runtuh. Pemprov DKI Jakarta berjanji terus menggencarkan operasi penangkapan manual secara berkala. Targetnya satu, populasi ikan sapu sapu ditekan habis. (ay/PJ)