Satu Warga Jakarta Utara Diduga Terinfeksi Hantavirus

PeduliJakarta.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan setelah munculnya laporan satu kasus suspek Hantavirus di wilayah Jakarta Utara. Penyakit yang ditularkan melalui kotoran dan urine tikus ini menjadi perhatian serius. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya merilis data terbaru pekan ini.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Tim kesehatan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk mencegah potensi penyebaran. “Pemprov DKI Jakarta memantau secara aktif perkembangan kasus suspek Hantavirus, termasuk satu kasus suspek di Jakarta Utara yang dilaporkan Kemenkes. Kami terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan puskesmas setempat,” ujar Chico kepada PeduliJakarta.com, Jumat (8/5).

Sebaran Kasus: 6 Orang Positif Sejak 2024

Sepanjang tahun 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026, Jakarta mencatat akumulasi 6 kasus positif Hantavirus. Kabar baiknya, seluruh pasien lama telah dinyatakan sembuh dan tertangani dengan baik. Untuk satu kasus suspek terbaru di Jakarta Utara, statusnya saat ini masih menggantung. “Dua kasus suspek terbaru (satu di Jakarta Utara) masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium oleh Kemenkes. Belum ada penambahan kasus konfirmasi positif pada minggu ini,” tambah Chico.

Langkah Pencegahan di Rumah

Pemprov DKI mengimbau warga menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah sederhana seperti menutup rapat makanan, membuang sampah pada tempatnya, dan membersihkan rumah secara rutin menjadi kunci utama. “Pakai masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor atau bekas tikus,” pesan Chico. Warga juga diminta menutup lubang-lubang yang bisa menjadi akses masuk tikus serta menghindari menumpuk barang di tempat gelap.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Hantavirus memiliki tingkat kematian cukup tinggi, terutama jika menyerang paru-paru. Warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan ekstrem, serta batuk dan sesak napas setelah berinteraksi dengan area yang banyak tikus. (*)

BACA JUGA:  Kualitas Udara Jakarta Peringkat Keempat Terburuk di Dunia, Tetaplah Pakai Masker