Jakarta Pusat Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah
PeduliJakarta.com, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat terus menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah kepada warganya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Targetnya ambisius. Pada Agustus 2026, pengurangan sampah diharapkan mencapai 50 persen. Setahun kemudian, tepatnya pada 2027, Jakarta Pusat menargetkan tidak ada lagi sampah yang dikirim ke Bantargebang.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Pusat, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. “Tahap awal, Agustus 2026 pengurangan mencapai 50 persen dan 100 persen tidak lagi membuang sampah ke TPST Bantargebang pada tahun 2027. Untuk itu, kami menggencarkan pemilahan sampah dari sumber,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Menurut Slamet, kunci utama keberhasilan target tersebut adalah kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah masing-masing.
Slamet memberikan contoh nyata dari Kecamatan Johar Baru. Wilayah ini selama ini menyumbang sekitar 50 hingga 70 ton sampah setiap harinya ke TPST Bantargebang. Namun, dengan adanya kegiatan pemilahan sampah yang terus digalakkan, jumlah sampah yang terbuang mulai berkurang. Saat ini, sudah terdapat 44 bank sampah yang beroperasi di Johar Baru. Hasilnya, sampah yang berhasil dikurangi hampir mencapai 2 ton. “Apabila kita perbanyak lagi bank sampah di masyarakat, permasalahan sampah ini akan segera tuntas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (Kabag PKLH) Setko Administrasi Jakarta Pusat, Martua Sitorus, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Peran aktif warga sangat menentukan. “Sebab kalau hanya pemerintah saja yang berusaha tidak akan mungkin bisa menuntaskan permasalahan ini. Oleh sebab itu, perlu adanya kerja sama dari seluruh unsur masyarakat,” katanya.
Martua menambahkan bahwa Pemkot Jakarta Pusat tidak akan berjalan sendiri. Pihaknya akan menggandeng berbagai sudin lain, seperti Sudin Pendidikan, Sudin Kesehatan, dan Sudin Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM). “Dalam instruksi wali kota, juga menyertakan Sudin Pendidikan JP I dan II, puskesmas, serta UMKM karena menghasilkan sampah yang cukup banyak,” ujarnya. Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, target nol sampah ke Bantargebang pada 2027 diharapkan dapat tercapai. (*)